JANGAN TERKECOH MENCARI JODOH
DENGAN FB
Di dalam pergaulan masyarakat jaman globalisasi ini sangat mudah sehingga, mencari jodohpun sangat mudah. Namun jodoh dengan asal-asalan saja kerap terjadi “ HABIS MANIS SEPAH DIBUANG” Sengsaranya jadi seorang wanita, hanya sekedar pelepas dahaga sesaat saja. Bagi gadis-gadis yang selectif sering tidak mudah mencari jodoh lewat Facebook, karena kalau hanya melihat wajah tanpa tahu latar belakangnya banyak dan mungkin 75% gagal. Bukan saya akan menakut-nakuti, tetapi banyak sekali yang mengalami kegagalan sampai jenjang perkawinan karena hanya mengenal lewat Facebook.
Memang Facebook bagi sebagian orang baik untuk menjadi alat promosi ataupun iklan barang agar laris. Juga menurut hemat saya dapat cepat untuk mewartakan Kabar Gembira Kerajaan Allah, karena untuk berkatekese cepat mempunyai audio yang sangat luas a.l saya sendiri yang telah memiliki teman 4000 orang dari facebook. Bukan saya bangga karena kemajuanku untuk menjaring teman sampai 4000 orang saja, tetapi saya juga sudah seleksi yang katolik saja. Karena isinya tentang Pewartaan, jadi kalau orang Muslim tak ada gunanya selain itu saya tidak mau untuk kristenisasi. Misi saya yakni New Evangelisasi, jadi khusus yang sudah dibaptis, maka jangan tersinggung bila saya banyak memblokir orang yang non katolik.
Melalui fb saya ini, perkenankanlah saya menyampaikan suarahati saya sebagai seorang guru agama dan katekis. Saya tergelitik untuk menghimbau kaum muda agar tidak cepat mengambil keputusan menikah hanya dengan perkenalan di FB. Mengapa demikian ? Perkenalan melalui dunia maya, hanyalah perkenalan yang dilapisan luar melulu, banyak kepalsuan ada di dalamnya. Belum tentu dia sungguh-sungguh berprofesi sesuai dengan pernyataan di FB, seandainya sharing pengalaman hidup tidak nyata. Karena dapat mengarang sesuai dengan keinginan dan tujuan dari si Penjerat, yang penting mendapat jodoh syukurlah kalau berduit dan cantik. Kalau tidak berduit yah mungkin lelaki itu dapat menikmati tubuhnya tanpa harus membayar mahal, cukuplah dengan janji-janji yang manis. Bagi wanita yang sudah lama mendambakan pasangan sering lupa untuk seleksi, yang penting cepat dapat jodoh.
Seandainya ada yang ingin mendapat jodoh dari FB baik juga kalau berkenalan paling tidak dua tiga tahun, dan mengenal keluarga dari pasangan. Bila hal ini tidak dilakukan sangat bahaya akan menyesal dikemudian hari. Karena yang sudah mengenal sejak di bangku sekolahpun dapat cerai karena ketidak cocokan apalagi kalau hanya sekejab mata lewat FB.
Sebagai seorang Jawa khususnya perkawinan harus berdasar : bibit, bobot dan bebet. Yang arti secara acak, berdasarkan keturunan, pangkat atau derajat serta pendidikan dari pasangannya. Karena bila tidak diketahui latar belakang keturunan yakni ternyata mengidap HIV / AID aduh sengsaranya seumur hidup. Atau kalau berasal dari keluarga penjudi dan masih harus jadi satu aduh sengsara, nanti uang hasil keringat habis terus. Dari segi pendidikan seandainya pasangan hanya lulusan Taman Kanak-kanak doang belum dapat baca tulis agak kualahan juga, karena lingkup pergaulan akan sangat sempit. Apalagi kalau kuper lagi. Sengsara hidupnya.
Jadi kalau perkenalan sudah agak lama, akan tahu kebiasaan. Dan kemungkinan besar latar belakang keluarga tidak disembunyikan. Dalam Gereja katolik ada penyelidikan Kanonik, sehingga Gereja akan menyebarkan pencarian informasi sampai cukup mendetail. Sehingga kemungkinan besar akan lebih aman. Selain itu ada pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Sehingga dapat diketahui kesehatan si calon. Ekonomi Rumah Tangga juga telah diberikan sehingga calon pengantin akan cukup memiliki bekal untuk masa mendatang. Menurut saya perkawinan dalam Gereja katolik sungguh sangat bagus. Apalagi kalau keluarga juga aktif didalam hidup menggereja baik dilingkungan maupun di dalam kegiatan kegerejaan.
Semoga dapat menolong para calon pengantin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar