Mawar Merah
Jumat, 12 Juni 2020
Minggu, 15 Januari 2012
PBHK DAN MSC di WONOSOBO
Suster PBHK dan Pastor MSC yang kukenal.
Di kotaku yakni dilereng G. Sindoro dan Sumbing dilayani oleh Para Pastor MSC. Saat saya masih kecil saya hanya mengenal satu Tarekat Imam yakni Misionaris Sacro Corde atau MSC. Di kotaku hanya ada satu Paroki yakni St Paulus, terletak di sebelah utara alun-alun Wonosobo. Paroki ini termasuk kuno sudah ada di jaman Belanda, karena sudah ada sejak kakekku masih berdiam di kecamatan Kejajar dibawah lereng pegunungan Dieng. Kakekku hidup sebagai petani tembakau, setiap pagi dia bangun dan mengendarai kuda yang tinggi untuk melihat tembakau dilereng gunung. Beliau mengajari penduduk untuk menanam tembakau kwalitet bagus harus menghadap kematahari, karena daunnya akan tebal dan banyak mengandung nicotine. Karena kesibukannya beliau menitipkan anak-anaknya yang berjumlah 12 orang ke sekolah katolik yakni Pius. Sekolah Pius dikelola oleh Para suster PBHK dan selalu dilayani oleh Pastor MSC, jadi seluruh keluarga mengenal para suster dan Romo MSC, meskipun belum katolik Namun akhirnya 5 orang anak dari kakek menjadi pengikut Kristus KTP. Semula aktif menggereja, namun karena pergaulan dan juga sekolah negeri pendidikan iman kurang. Terakhir saya mulai mengenal Gereja katolik karena Mamaku yang ingin memberikan pendidikan yang istimewa kepada anak-anaknya. Saya dan adikku mulai disekolah di Pius. Sebenarnya ayahku yang berasal dari Kaliwiro telah lebih dahulu sekolah di Pius, sejak Sr. M.Agustine FDNSC dan Sr. Mariana FDNSC. Karena papaku masih dengan nama China yang agak diucapkan oleh lidah Belanda, papa diganti nama dengan Karel. Papaku sering bercerita tentang para Suster PBHK., menurut papaku Suster selalu disiplin dan pandai bercerita. Papaku sangat lancar berbahasa Belanda karena terlatih dan diwajibkan untuk menggunakan bahasa Belanda atau Holand spriken . Banyak teman-teman papaku yang berhasil menjadi pegawai negeri. Papaku sendiri hanya wiraswasta bersama mamaku. Itulah jasa dari Para Suster FDNSC di Wonosobo, didikan para Suster dikenal juga di daerah Tambi yakni perkebunan teh dan juga sekitarnya, Karena para lurah merasa kurang bila tidak menyekolahkan anak-anaknya di Sekolah PIUS.
Sekolah katolik satu-satunya yang terkenal di Wonosobo terutama di jaman Belanda. Dan saat saya sekolah Kedisiplinan para pendidik yang menyebabkan siswa-siswanya cukup pandai dan tertib. Saya sangat merasakan kedisiplinan para guru yang tidak diracuni oleh bisnis, dan membolos untuk mencari tambahan gaji. Meskipun saat itu guru-guru Negri sudah biasa memulangkan anak-anak untuk mencari tembahan gaji.
Kekatolikan sungguh tertanam dihati para guru dan itulah yang ditularkan kepada para murid di sekolah katolik. Saat ini jaman kejayaan Misi telah agak pudar, karena kurang pekerja yang bersedia untuk ikut menjadi pekerja di kebun anggur Tuhan..
Siapa yang akan menjadi penerus karya PBHK dan MSC ? Saat ini saya sudah usia 60th dan saya juga ingin ada umat Wonosobo yang rela memberikan anak-anaknya menjadi seorang misionaris dan menjadi garam dan terang di masyarakat.
Sabtu, 14 Januari 2012
Anak Domba Allah
Anak domba Allah adalah menunjuk pada diri Yesus, ketika Ia mulai tampil dihadapan umum.. Sebutan yanga mengandung tugas yang akan dilaksanakan Yesus setelah Yesus dikorbankan di kayu salib sebagai tebusan bagi dosa-dosa orang lain.
Yesus dikorbankan agar dosa-dosa manusia bersih dari noda. Yesus yang sama sekali tidak bersalah , tetapi harus menanggung salah dan dosa orang lain.
Sejak sangat muda yakni saat Yesus lahor, tugas penyelamatan telah mulai diungkapkan secara tersirat. Kita melihat bahwa Yesus lahir dipalungan, palaungan terbuat dari 2 potong kayu yang membentuk X, yang artinya Salib.. Yesus juga telah mulai disengsarakan sejak masih kecil. Yesus telah merasakan kesengsaraan yakni kemiskinan dan dikejar-kerjar raja jahat yang ingin membunuh Yesus.
Pada saat itulah Yoseph mendapat penglihatan dalam muncul, ketika ia sedang tidur turunlah malaikat Tuhan dan berkata: " Bawalah anak dan ibunya untuk mengungsi ke Mesir, sampai dengan Herodes mati.
Pada saat Herodes sudah mati. Karena alasan keselamatan Sang Bayi. harus dijaga, agar rencana keselmatan Allah dapat terwujud. Yesus kecil terhindar dari pembunuhan masal yang dilaksanakan oleh Herodes si jahat.
Setelah Y3esus dewasa dan mulai tugasnya untuk menyelamatkan manusia dengan caa diberi pelajaran khusus yakni mengenai Cinta Kasih. Dalam perjanjian lama. telah dinyatakan dan akhirnya terwujud dalam Perjanjian Baru. Yesus dikorbankan karena sikap dari orang-orang Pasrisi dan ahli Taurat yang merasa kedudukannya Orang Parisi kehilangan kewibawaannya. Mereka semula termasuk orang-orang yang ada di kursi Musa, mereka mengajar banyak orang. Namun hukum Taurat diurai lagi untuk pelaksaan atau aturan dalam hidup bermasyarakat yang jumlahnya menjadi sekitar 360, dan meeka sudah tidak mampu lagi untuk melaksanakan secara konsekuen. Sehingga apa yang diajarkan tidak dapat mereka laksanakan. Akibatnya mereka dikecam sebagai orang munafik. Yesus banyak mengecam perbuatan-perbuatan mereka dan berani menunjuk belangnya atau cacat-cacatnya. Mereka merasa dipermalukan dihadapan umum. Maka mereka membalas kekalahan mereka dengan berupaya untuk menangkap dan membunuh Yesus. Yesus dibunuh karena rekayasa para tua-tua dan ahli Taurat. Yesus dijadikan korban, karena salah mereka sendiri yang tidak mereka sadari. Dan akhirnya Yesus dikorbankan demi keselamatan manusia yang berdosa..
Yesus dikorbankan agar dosa-dosa manusia bersih dari noda. Yesus yang sama sekali tidak bersalah , tetapi harus menanggung salah dan dosa orang lain.
Sejak sangat muda yakni saat Yesus lahor, tugas penyelamatan telah mulai diungkapkan secara tersirat. Kita melihat bahwa Yesus lahir dipalungan, palaungan terbuat dari 2 potong kayu yang membentuk X, yang artinya Salib.. Yesus juga telah mulai disengsarakan sejak masih kecil. Yesus telah merasakan kesengsaraan yakni kemiskinan dan dikejar-kerjar raja jahat yang ingin membunuh Yesus.
Pada saat itulah Yoseph mendapat penglihatan dalam muncul, ketika ia sedang tidur turunlah malaikat Tuhan dan berkata: " Bawalah anak dan ibunya untuk mengungsi ke Mesir, sampai dengan Herodes mati.
Pada saat Herodes sudah mati. Karena alasan keselamatan Sang Bayi. harus dijaga, agar rencana keselmatan Allah dapat terwujud. Yesus kecil terhindar dari pembunuhan masal yang dilaksanakan oleh Herodes si jahat.
Setelah Y3esus dewasa dan mulai tugasnya untuk menyelamatkan manusia dengan caa diberi pelajaran khusus yakni mengenai Cinta Kasih. Dalam perjanjian lama. telah dinyatakan dan akhirnya terwujud dalam Perjanjian Baru. Yesus dikorbankan karena sikap dari orang-orang Pasrisi dan ahli Taurat yang merasa kedudukannya Orang Parisi kehilangan kewibawaannya. Mereka semula termasuk orang-orang yang ada di kursi Musa, mereka mengajar banyak orang. Namun hukum Taurat diurai lagi untuk pelaksaan atau aturan dalam hidup bermasyarakat yang jumlahnya menjadi sekitar 360, dan meeka sudah tidak mampu lagi untuk melaksanakan secara konsekuen. Sehingga apa yang diajarkan tidak dapat mereka laksanakan. Akibatnya mereka dikecam sebagai orang munafik. Yesus banyak mengecam perbuatan-perbuatan mereka dan berani menunjuk belangnya atau cacat-cacatnya. Mereka merasa dipermalukan dihadapan umum. Maka mereka membalas kekalahan mereka dengan berupaya untuk menangkap dan membunuh Yesus. Yesus dibunuh karena rekayasa para tua-tua dan ahli Taurat. Yesus dijadikan korban, karena salah mereka sendiri yang tidak mereka sadari. Dan akhirnya Yesus dikorbankan demi keselamatan manusia yang berdosa..
Jumat, 13 Januari 2012
Jangan terkecoh dengan jodoh di fb
JANGAN TERKECOH MENCARI JODOH
DENGAN FB
Di dalam pergaulan masyarakat jaman globalisasi ini sangat mudah sehingga, mencari jodohpun sangat mudah. Namun jodoh dengan asal-asalan saja kerap terjadi “ HABIS MANIS SEPAH DIBUANG” Sengsaranya jadi seorang wanita, hanya sekedar pelepas dahaga sesaat saja. Bagi gadis-gadis yang selectif sering tidak mudah mencari jodoh lewat Facebook, karena kalau hanya melihat wajah tanpa tahu latar belakangnya banyak dan mungkin 75% gagal. Bukan saya akan menakut-nakuti, tetapi banyak sekali yang mengalami kegagalan sampai jenjang perkawinan karena hanya mengenal lewat Facebook.
Memang Facebook bagi sebagian orang baik untuk menjadi alat promosi ataupun iklan barang agar laris. Juga menurut hemat saya dapat cepat untuk mewartakan Kabar Gembira Kerajaan Allah, karena untuk berkatekese cepat mempunyai audio yang sangat luas a.l saya sendiri yang telah memiliki teman 4000 orang dari facebook. Bukan saya bangga karena kemajuanku untuk menjaring teman sampai 4000 orang saja, tetapi saya juga sudah seleksi yang katolik saja. Karena isinya tentang Pewartaan, jadi kalau orang Muslim tak ada gunanya selain itu saya tidak mau untuk kristenisasi. Misi saya yakni New Evangelisasi, jadi khusus yang sudah dibaptis, maka jangan tersinggung bila saya banyak memblokir orang yang non katolik.
Melalui fb saya ini, perkenankanlah saya menyampaikan suarahati saya sebagai seorang guru agama dan katekis. Saya tergelitik untuk menghimbau kaum muda agar tidak cepat mengambil keputusan menikah hanya dengan perkenalan di FB. Mengapa demikian ? Perkenalan melalui dunia maya, hanyalah perkenalan yang dilapisan luar melulu, banyak kepalsuan ada di dalamnya. Belum tentu dia sungguh-sungguh berprofesi sesuai dengan pernyataan di FB, seandainya sharing pengalaman hidup tidak nyata. Karena dapat mengarang sesuai dengan keinginan dan tujuan dari si Penjerat, yang penting mendapat jodoh syukurlah kalau berduit dan cantik. Kalau tidak berduit yah mungkin lelaki itu dapat menikmati tubuhnya tanpa harus membayar mahal, cukuplah dengan janji-janji yang manis. Bagi wanita yang sudah lama mendambakan pasangan sering lupa untuk seleksi, yang penting cepat dapat jodoh.
Seandainya ada yang ingin mendapat jodoh dari FB baik juga kalau berkenalan paling tidak dua tiga tahun, dan mengenal keluarga dari pasangan. Bila hal ini tidak dilakukan sangat bahaya akan menyesal dikemudian hari. Karena yang sudah mengenal sejak di bangku sekolahpun dapat cerai karena ketidak cocokan apalagi kalau hanya sekejab mata lewat FB.
Sebagai seorang Jawa khususnya perkawinan harus berdasar : bibit, bobot dan bebet. Yang arti secara acak, berdasarkan keturunan, pangkat atau derajat serta pendidikan dari pasangannya. Karena bila tidak diketahui latar belakang keturunan yakni ternyata mengidap HIV / AID aduh sengsaranya seumur hidup. Atau kalau berasal dari keluarga penjudi dan masih harus jadi satu aduh sengsara, nanti uang hasil keringat habis terus. Dari segi pendidikan seandainya pasangan hanya lulusan Taman Kanak-kanak doang belum dapat baca tulis agak kualahan juga, karena lingkup pergaulan akan sangat sempit. Apalagi kalau kuper lagi. Sengsara hidupnya.
Jadi kalau perkenalan sudah agak lama, akan tahu kebiasaan. Dan kemungkinan besar latar belakang keluarga tidak disembunyikan. Dalam Gereja katolik ada penyelidikan Kanonik, sehingga Gereja akan menyebarkan pencarian informasi sampai cukup mendetail. Sehingga kemungkinan besar akan lebih aman. Selain itu ada pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Sehingga dapat diketahui kesehatan si calon. Ekonomi Rumah Tangga juga telah diberikan sehingga calon pengantin akan cukup memiliki bekal untuk masa mendatang. Menurut saya perkawinan dalam Gereja katolik sungguh sangat bagus. Apalagi kalau keluarga juga aktif didalam hidup menggereja baik dilingkungan maupun di dalam kegiatan kegerejaan.
Semoga dapat menolong para calon pengantin.
Rabu, 11 Januari 2012
Hati Yesus tergerak oleh penderitaan manusia.
Bila kita membaca - baca Kitab Suci, beberapa kali Yesus tergerak oleh belaskasihan. Membaca perikop ini khususnya Markus 1 : 41 maka tergeraklah hati Yesus oleh belaskasihan, lalu ia mengulurkan tangan menjamah orang itu dan berkata kepada-Nya : " Aku mau jadilah Engkau tahir. " Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu dan ia menjadi tahir. Yesus tidak hanya bicara namun juga melaksanakan.
Jaman sekarang banyak orang berbicara tentang penderitaan orang miskin dan terlantar, banyak orang berdiskusi tentang cara pengentasan orang miskin. Membuat p;rogram yang hebat-hebat, namun bila sudah berhadapan langsung dengan orang yang menderita biasanya masih berbicara lagi, berdiskusi lagi dan kemudian pelaksanaan sampai peristiwa itu menjadi basi, mungkin orang - orang sudah terlanjur mati.
Kalau kita melihat kembali program-program para calon Presiden dan para anggota wakil rakyat cara-caranya hampir sama dengan yang kerap dibicarakan diantara kami-kami ini, baik diparoki-paroki maupun di biara-biara. Hanya satu dua biara yang membiarkan anggotanya berkecimpung di antara orang-orang yang tidak beruntung. Seandainya setiap biara atau setiap paroki mempunyai program yang tidak hanya direncanakan saja, tentu banyak orang dapat merasakan kasih Hati Yesus. Ada rumah sakit katolik yang tidak mau menerima pasien miskin yang dikirim dari lingkungan dan sudah ditandatangani oleh Pastor Paroki, namun menyebut diri pengikut Yesus yang penuh cinta. Padahal mereka dapat juga melaksanakan program seperti yang dilaksanakan oleh para Suster Fransiskan. Mereka memberikan tempat khusus kepada orang-orang miskin. Dan para anggotanya siap untuk melayani orang sakit, para suster lansiapun tidak ragu-ragu ikut menengok orang sakit. Namun ada juga orang yang masih kurang puas, karena tidak boleh mengambil jenasah orang tuanya karena sama sekali belum membayar dan tidak tahu alamat si keluarga jenasah. Saranku kepada pasien. Usahakanlah menghubungi Pastor Paroki jauh sebelum si pasien meninggal, sehingga Pastor dapat menolong untuk pembiayaannya ataupun paling tidak jenasah dapat dibawa pulang karena ada jaminan dari Pastor Paroki. Memang banyak rumah sakit dirugikan oleh orang-orang yang tidak dapat membayar biaya sampai orang itu meninggal. Saya juga mulai berpikir, bagaimana jalan keluar bagi rumah sakit yang selalu menerima pasien yang sudah dalam keadaan kritis dan tinggal beberapa jam atau menit meninggal? . Tetapi calon jenasah ini tetap dibantu, tidak pernah ditolak untuk dibawa kerumah sakit lain. Ini kerap terjadi di Rumah Sakit St Maria Pemalang. Rumah Sakit St. Maria Pemalang bukan rumah sakit hebat. Bukan rumah sakit terkenal. Namun para Polisi lalu lintas mengenal kemana para korban harus dibawa agar dapat langsung ditolong. Bukan rumah sakit umum. Itulah penghayatan cinta Hati Kudus Yesus yang sudah dirasakan di masyarakat. Tuhan memberkati !
Jaman sekarang banyak orang berbicara tentang penderitaan orang miskin dan terlantar, banyak orang berdiskusi tentang cara pengentasan orang miskin. Membuat p;rogram yang hebat-hebat, namun bila sudah berhadapan langsung dengan orang yang menderita biasanya masih berbicara lagi, berdiskusi lagi dan kemudian pelaksanaan sampai peristiwa itu menjadi basi, mungkin orang - orang sudah terlanjur mati.
Kalau kita melihat kembali program-program para calon Presiden dan para anggota wakil rakyat cara-caranya hampir sama dengan yang kerap dibicarakan diantara kami-kami ini, baik diparoki-paroki maupun di biara-biara. Hanya satu dua biara yang membiarkan anggotanya berkecimpung di antara orang-orang yang tidak beruntung. Seandainya setiap biara atau setiap paroki mempunyai program yang tidak hanya direncanakan saja, tentu banyak orang dapat merasakan kasih Hati Yesus. Ada rumah sakit katolik yang tidak mau menerima pasien miskin yang dikirim dari lingkungan dan sudah ditandatangani oleh Pastor Paroki, namun menyebut diri pengikut Yesus yang penuh cinta. Padahal mereka dapat juga melaksanakan program seperti yang dilaksanakan oleh para Suster Fransiskan. Mereka memberikan tempat khusus kepada orang-orang miskin. Dan para anggotanya siap untuk melayani orang sakit, para suster lansiapun tidak ragu-ragu ikut menengok orang sakit. Namun ada juga orang yang masih kurang puas, karena tidak boleh mengambil jenasah orang tuanya karena sama sekali belum membayar dan tidak tahu alamat si keluarga jenasah. Saranku kepada pasien. Usahakanlah menghubungi Pastor Paroki jauh sebelum si pasien meninggal, sehingga Pastor dapat menolong untuk pembiayaannya ataupun paling tidak jenasah dapat dibawa pulang karena ada jaminan dari Pastor Paroki. Memang banyak rumah sakit dirugikan oleh orang-orang yang tidak dapat membayar biaya sampai orang itu meninggal. Saya juga mulai berpikir, bagaimana jalan keluar bagi rumah sakit yang selalu menerima pasien yang sudah dalam keadaan kritis dan tinggal beberapa jam atau menit meninggal? . Tetapi calon jenasah ini tetap dibantu, tidak pernah ditolak untuk dibawa kerumah sakit lain. Ini kerap terjadi di Rumah Sakit St Maria Pemalang. Rumah Sakit St. Maria Pemalang bukan rumah sakit hebat. Bukan rumah sakit terkenal. Namun para Polisi lalu lintas mengenal kemana para korban harus dibawa agar dapat langsung ditolong. Bukan rumah sakit umum. Itulah penghayatan cinta Hati Kudus Yesus yang sudah dirasakan di masyarakat. Tuhan memberkati !
Saya bahagia dengan tugasku.
Sebagai seorang yang sudah tidak aktif dalam tugas pokok, bagi saya sebagai guru disekolah sungguh merasa kejenuhan bila tidak mempunyai keaktifan sama sekali. Semula saat saya mulai menginjak usia pensiun, saya mulai mereka-reka apa yang aku kerjakan setelah masa pensiun tiba.
Sebagai seorang katekes yang setiap hari mengajar agama, bahkan sampai sore pun masih mengajar para katekumen rasa-rasanya diam dirumah merupakan suatu yang sangat membosankan. Memang saya punya ketrampilan-ketrampilan tertentu yang akan mengisi kekosonganku, misalnya membuat rosario. Padahal sejak kecil sudah dilatih banyak ketrampilan pekerjaan tangan misalnya membuat kopiah dengan hak pen atau brey pen. Selain itu saat saya mengajar di SMP saya banyak belajar otodidak yakni membuat tas dari kulit batang pisang, kardus bekas atau bunga-bunga dari gelas aqua bekas dan sedotan bekas. Hasilnya cukup memuaskan bagi peserta didik. Karena selain hasilnya dapat dinikmati manfaatnya, tapi bagi yang rapi pekerjaannya nilainya juga tidak tanggung-tangung yakni 9 bagi yang pekerjaaannya rapi, warna serasi dan bersih. Sehingga banyak murid yang senang kepada saya. Selain mengajar ketrampilan saya juga mengajar masak. Sebenarnya saya sudah bisa masak sejak kecil, karena kerap membantu orang yang punya kerja, karena jaman saya kecil orang tidak biasa pesan catering tetapi masak rame-rame di rumah yang punya kerja. Sehingga kami yang kecil-kecil banyak menimba pengetahuan dan ketrampilan dengan orang yang sudah pengalaman. Namun pada saat saya harus menggantikan guru tata boga yang naik haji, saya harus menambah pengeahuan dengan membeli resep-resep masakan. Saya pelajari sambil mengajar, hasilnya cukup memuaskan. Karena lidahku cukup peka merasakan enak tidaknya sebuah masakan. Sedangkan keindahan dan keserasian saya nilai berdasarkan cara menghias atau ketrampilan anak dalam menyusun masakan di meja makan. Ternyata jarang sekali dari antara murid-murid yang mendapat nilai 6 rata-rata 7 sampai 9. Karena mereka berlomba-lomba dalam menyusun dan mengolah makanan dengan sebaik-baiknya.
Meskipun kelihatan sangat menyenangkan namun memasak dapat membuat tekanan darahku naik. Bukan karena harus mengicip makanan yang enak-enak, tetapi karena setelah diterangkan dikelas dengan sejalas-jelasnya dan masih ditegaskan siapa yang belum tahu tanya, didalam ruang masak mereka yang terdiri dari 5 kelompok atau 5 regu masih bertanya yang ditanyakan adalah hal - hal yang sangat biasa. Seharusnya mereka sudah biasa kerjakan dirumah saat memasak misalnya : kapan bawang masuk dalam minyak, kapan harus diangkat, bagaimana cara menggoreng dlsb. Saya tdak menyadari kalau orang dari kota kabupaten seperti asalku tidak biasa masak dirumah sendiri seperti saya. Mereka tidak dilatih masak, mereka hanya tahu makan saja, tanpa tahu cara pengolahannya. Suatu ketika saya mengajak mereka membuat ayam goreng dengan diberi garnis / atau hiasan. Yang saya minta adalah slada, tomat, timun, cabe merah. Yang mereka bawa slada air yang kecil-kecil, cabe mereh kecil-kecil. akibatnya tak dapat dipakai untuk hiasan. Karena slada air bukan untuk hiasan, tetapi hanya direbus dan dibuat pecel. Bekal-bekal yang kumiliki inilah yang akan kubawa dimasa pensiun.
Begitu masa pensiun tiba. Saya telah diminta oleh Ps Paroki di Jakarta untuk menjadi ketua seksi katekese, saya jawab siap meskipun saya harus tinggal beberapa lama di rumah sakit karena sakita ambeien . Akhirnya selama 2th saya dapat menjadi seksi katekese. Namun karena rata-rata mereka tidak punya ketrampilan mengajar seperti yang saya harapkan semua saya kerjakan sendiri. Akibatnya banyak yang tidak suka akan sikap saya yang single filter. Akhinrnya saya diberhentikan sebagai seksi katekese. Saya akui saya punya target seperti teman-teman katekis di Tegal yang rata-rata Sarjana katekese, sementara di Jakarta hanya kursus kitab Suci. Setelah berhenti dari seksi katekese saya hanya pastoral orang sakit dan memberi pendalaman di lingkungan sendiri, sambil membuat rosario. Memang sangat membosankan. Akhinrya saat ini saya baru sadar bahwa sayapun punya bakat menulis. Saya mulai menuliskan pengalaman-pengalaman saya dalam bidang akupuntur. Kemudian setiap ada pengalaman lain yang menarik langsung saya tuliskan, ternyata sangat menarik karena banyak yang memberi tanggapan positif. Semoga saya menemukan bakat-bakatku yang masih tersembunyi selain akupuntur, ketrampilan katekese dan mengarang.
Selasa, 10 Januari 2012
Meditasi Kitab Suci
Hari Rabu tanggal 11 Januari 2012 saya berangkat ke KMKS di Gereja Kramat, hujannya deras banget saya pikir mesti tak ada yang datang. Ternyata cukup lumayan mengkin sekitar 30 orang umat yang hadir. Karena belum tahu no hp saya maka saya tidak diberi tahu bahwa diminta bawa air untuk diberkati. Namun hampir semua bawa air kecuali saya dengan Sr. Laetitia.
Bacaan Kitab Suci hari ini yakni tentang penyembuhan Yesus setelah menyembuhkan mentua Petrus. Meskipun diganggu oleh roh jahat yang memberi kesaksian Yesus adalah Anak Allah, Yesus tidak merasa bangga oleh kesaksian iblis namun merasa terganggu.
Iblis pura-pura memuji Yesus, agar bila Yesus percaya, tentu akan dijerat oleh iblis dengan puji-pujian palsu. Yesus memberi kesaksian bukan melalui setan, karena dengan kuasa Yesus iblispun dikalahkan. Iblis diusir dari hadapan Yesus. Maka janganlah kita terkecoh oleh pujian yang sering menjerumuskan diri sendiri. Bila jatuh dalam rayuan iblis, kita memuji diri sendiri dan lupa memuji Tuhan.
Yesus tidak mendengar pujian iblis. Setelah melaksanakan kehendak Bapa yakni memberi kesaksian melalui pengajaran dan mujijat-mujijat Yesus ingat sang Pemberi yakni BapaNya. Maka setelah setelah penyembuhan, Yesus pergi ketempat sunyi untuk berdoa. Bagaimana kita sebagai pengikut Yesus ingatkah kita untuk mensyukuri keberhasilan kita ?
Bacaan Kitab Suci hari ini yakni tentang penyembuhan Yesus setelah menyembuhkan mentua Petrus. Meskipun diganggu oleh roh jahat yang memberi kesaksian Yesus adalah Anak Allah, Yesus tidak merasa bangga oleh kesaksian iblis namun merasa terganggu.
Iblis pura-pura memuji Yesus, agar bila Yesus percaya, tentu akan dijerat oleh iblis dengan puji-pujian palsu. Yesus memberi kesaksian bukan melalui setan, karena dengan kuasa Yesus iblispun dikalahkan. Iblis diusir dari hadapan Yesus. Maka janganlah kita terkecoh oleh pujian yang sering menjerumuskan diri sendiri. Bila jatuh dalam rayuan iblis, kita memuji diri sendiri dan lupa memuji Tuhan.
Yesus tidak mendengar pujian iblis. Setelah melaksanakan kehendak Bapa yakni memberi kesaksian melalui pengajaran dan mujijat-mujijat Yesus ingat sang Pemberi yakni BapaNya. Maka setelah setelah penyembuhan, Yesus pergi ketempat sunyi untuk berdoa. Bagaimana kita sebagai pengikut Yesus ingatkah kita untuk mensyukuri keberhasilan kita ?
Langganan:
Postingan (Atom)