Kamis, 29 Desember 2011

Pastoral orang sakit

Telah lama saya bertugas dalam bidang pastoral orang sakit. Memang saya semula merasa takut untuk mendampingi orang yang sakit parah terutama orang kecelakaan dan kanker, tetapi saya menyadari bahwa saya diperlukan untuk mendampingi mereka. Pertama saya mendampingi Maria yang rumahnya di dekat terminal Tegal, dia kecelakaan sampai mati separuh. Semula dia sudah mengalami koma beberapa hari dan kemudian dia menjadi orang lumpuh. Saya diberitahu oleh warga wilayah. Saya didampingi Bapak dan Ibu Hendra Wijaya berangkat kesana mengunjungi Maria. Pasien ini dirawat dengan penuh kasih  oleh ayahnya, karena ibunya tensi tinggi jadi selalu jadi beban suaminya.
Kisah Maria sebagai berikut,
Dia seorang gadis yang manis dan mendapat kesempatan kuliah di Jogyakarta, sebagai seorang gadis remaja dia ingin tampil cantik, maka dia berpuasa supaya bodynya terlihat bagus. Sebagai gadis yang suka menolong, dia diminta mengantar anak dari ibu kost kesuatu tempat dengan naik honda. Pada saat berpapasan dengan kendaraan roda empat dia mencoba menghindar ternyata karena kondisinya sangat lemah akibat puasa dia terjatuh dan dari pinggang sampai kaki menjadi lumpuh. Selama tiga tahun dia tergolek di tempat tidur dan selalu dilayani dan dirawat oleh ayahnya. Saya berusaha selalu mendoakan dia dan mengantar komuni kepada Maria. Saya tidak dapat memaksa kehendak Allah, meskipun saya merasa tidak tega melihat penderitaan Maria. Untunglah dia anak yang baik selalu dapat memberi senyum terhadap semua yang datang. Dia dapat memberi teladan kegembiraan meskipun dalam keadaan tak berdaya. Dan akhirnya setelah tiga tahun menderita Tuhan berkenan mengambil hambanya yang setia. Orang tuanya tidak melupakan saya untuk hadir pada saat dia meninggal dan saat pemakamannya. Semoga arwah Maria diterima disisi Tuhan.
Pengalaman kedua saya mendampingi ibu Pauline Sukarti, dia seorang mantan Tapol. Dalam sharingnya dia ternyata menjadi korban Soeharto Presiden kedua RI, dia dituduh menjadi Gerwani padahal tidak melakukan yang dituduhkan. Dia seorang guru Matematika di SMP. Sebagai guru mata pelajaran yang cukup penting tentunya banyak disenangi peserta didik ( murid ), kemungkinan ada guru yang merasa cemburu akan keberhasilan dia. Dia difitnah dan dilaporkan kemudian ditangkap dan disiksa dikursi listrik agar mau mengakukan perbuatan yang tidak dilakukan. Berkali-kali dia disiksa dengan kursi listrik. Akibatnya dia  terkena kanker payudara. Memang kanker ini mulai menyebar saat dia sudah mulai dibebaskan, akhirnya dia harus menjual rumah dan semua yang berharga demi kesembuhannya. Tetapi tidak juga sembuh. Beberapa tahun kemudian atas kebaikan Bapak Kemas suami bu Mega, para tapol mendapat rumah kediaman yang cukup bersih di Kramat V no 10 dipasang plang Panti Jompo Waluya Sejati. Disitulah tinggal sekitar 12  orang yang difitnah dan dianggap Tapol. Disitulah mereka agak tenang. Namun penyakit kanker sudah menjalar kemana-mana. Untunglah ibu Pauline Sukarti banyak berdoa dan mau menyatukan penderitaannya dengan penderitaan Kristus. Sehingga penyebaran agak dapat dihambat, selain itu masih dapat kesempatan untuk berobat ke Bogor. Setelah beberapa tahun bertahan akhirnya Tuhan berkenan mengambil hambanya yang telah lama menderita.  Semoga arwah ibu Pauline Sukarti diterima oleh Tuhan dan semua kesalahan dan dosa yang telah diperbuat dimasa hidupnya diampuni Tuhan.

Pesta Keluarga Kudus

Hari ini adalah Pesta Keluarga Kudus Nasareth. Keluarga yang sungguh-sungguh Kudus karena terdiri dari Yesus yang adalah Allah yang Maha Kudus. Kekudusan Yesus tidak perlu diperdebatkan lagi karena berkali-kali Yesus disebut Kudus, baik oleh para setan yang memasuki orang-orang sehingga terganggu jiwanya maupun oleh Prajurit yang menyalibkan Yesus. Prajurit mengatakan : " Sungguh Dia Anak Allah " Pernyataan Anak Allah tersirat kekudusan Yesus, karena Allah adalah Maha Kudus.
Yang kedua Bunda Maria. Maria dikandung tidak bernoda menyatakan kekudusan bunda Maria. Maria dipilih Allah untuk mengandung Yesus tentu sudah dikuduskan oleh Yesus sendiri. Untuk menjadi Tabernakel atau kediaman Allah yang Maha Kudus tentu sudah disucikan dahulu. Malaekat Gabriel sendiri mengatakan Roh Kudus akan menaungi engkau. Maka kita yakin karena telah dinaungi Roh Kudus maka Maria menjadi tak bernoda.
Yang Ketiga Yoseph sebagai kepala keluarga dia adalah seorang yang tulus hati. Hatinya jujur dan orang yang memiliki hati seperti hati Allah. Karena hatinya yang sangat baik,dia pengampun. Yosephpun adalah orang yang taat kepada kehendak Allah, meskipun hanya diperintahkan lewat mimpi dia mau melaksanakan perintah Allah. Berkali-kali Yoseph diperintahkan Allah lewat mimpi Yoseph tidak mengelak, tetapi langsung melaksanakan tugasnya. Maka Yoseph sebagai teladan ketaatan. Pertama saat dia kebingungan karena Maria tunangannya telah mengandung. Sebagai seorang pemuda yang mencintai kekasihnya tentunya merasa cemburu ketika mendengar tunangannya telah mengandung. Dia menimbang-nimbang dalam hati sebelum mengambil keputusan. Allah ikut serta mengambil bagian akan proses pengambilan keputusan ini. Maka Allah mengutus Malaekat untuk masuk dalam proses pengambilan keputusan ini lewat mimpi ( bdk Mat. 1 : 20 ). Kemudian saat anak-anak Yesus terancam maut. Allah menampakkan diri dalam mimpi, memang bukan Allah sendiri tetapi Malaekat yang menampakkan diri dalam mimpi dan memberi tugas kepada Yoseph untuk mengungsi ke Mesir (Mat 2 : 13 ) Allah selalu menyertai Yoseph. Tidak mungkin Allah menyertai orang yang berdosa. Jelaslah Yoseph adalah seorang yang dipilih Allah bahkan sejak perjanjian lama telah diramalkan bahwa Sang Mesias yang akan dilahirkan adalah keturunan Daud. Berarti keberadaan Yoseph sebagai bapak pemelihara Yesus telah direncanakan Allah lewat Yoseph keturunan raja Daud ( lih Mat 1,1-13)
Oleh karena itu keluarga Yesus Maria dan Yoseph adalah benar-benar keluarga teladan. Meskipun Yesus benar-benar Allah yang menjelma menjadi manusia dia tetap mau taat kepada Yoseph bapa pemeliharaNya. Yesus memberi contoh ketaatan, meskipun Yesus Allah yang Maha Kuasa dan Yoseph adalah manusia biasa, Yesus dapat merendahkan diri taat kepada manusia biasa yakni kepada Yoseph bapa pemeliharanya.

Sabtu, 17 Desember 2011

Kegiatanku saat ini

Saat ini saya menekuni Akupunctur plus mengajar agama. Memang seakan saya merasa kurang kegiatan, karena guru akupunctur lama tidak datang sibuk kali. Jadi saya tidak belajar akupunctur lagi. Memang kalau praktek selalu ada kesempatan karena Masterku Bpk Susilo selalu memberi kesempatan  pada saya untuk latihan akupunctur. Namun saya merasa tidak mendapat banyak kesempatan latihan, karena beliau lebih memilih teman lain yang rajin datang. Saya kerap absen sehingga kurang ahli dibanding yang lain. Sedangkan Master akupunctur yang sebenarnya orang sekampung kelihatannya kurang sekali dalam memberi. Dia kerap tidak datang dengan berbagai alasan. Saya tahu saya tidak dapat memberi uang transport.  Sebenarnya saya malu untuk minta dia datang lagi, karena saya tidak dapat memberi uang bensin. Setiap punya uang habis untuk uang transport. Saya merasa tidak enak kalau selalu minta dari rumah, sementara saya kerap mendapat uang transport dari pasien. Tetapi saya sendiri tak pernah minta pada pasien, bahkan saya merasa tidak sampai hati kalau ada pasien sebetulnya berada tetapi banyak alasan untuk tidak dikunjungi karena tidak dapat uang dari keponakannya. Lebih baik mengunjungi tanpa harus diberi uang transport meskipun akhirnya tidak pegang uang untuk pergi kegereja. Akibatnya Master datang tanpa diberi uang transport, tentu bosan pada saya.  Meskipun saya sering tak punya uang tapi saat ini saya masih ada kesempatan mengajar katekumen. Saat ini saya selalu dijemput untuk mengajar pasien yang kena kanker pada wajahnya.Dan dalam mengajar saya juga mengajak murid katekumen berdoa Rosario Pembebasan.  Suatu perkembangan pesat penderita kanker ( katekumen saya), karena berkat doa Rosario Pembebasan yang saya aj doakan setelah pelajaran agama atau katekumenat, pasien berangsur sembuh. Saya merasa sangat bahagia karena ada perkembangan kesehatan.
 Karena keberhasilan inilah membuat saya lebih rajin berdoa pribadi.  Saya selalu menambah waktu doa mungkin sehari sampai 3 kali saya berdoa diruang doa, untuk mohon kekuatan dan ingin dapat lebih konsentrasi pada Tuhan.
Saat ini karena tidak ikut sarapan bersama, maka waktu doa saya bertambah 2jam, bahkan dapat 4 jam sehari. Aku bahagia dapat lebih intens dalam berkomunikasi pada Tuhan. Saya akan mengembangkan Meditasi Kitab Suci, untunglah dengan mengurangi makan saya dapat kesempatan mengembangkan hidup rohaniku. Saya merasa tidak enak hati karena  ditegur oleh Piko karena tidak hadir disaat makan pagi, namun saya belum tahan godaan kalau pada saat puasa harus melihat teman-teman makan dan saya menunggu mereka makan. Aku tidak tahu maksud Pimpinan Rumah. Apakah tidak sadar kalau seorang yang berpuasa tidak harus hadir melihat orang lain makan merupakan godaa ? Tuhan ampunilah dia karena tidak tahu apa yang dia buat. Apakah saya salah kalau tidak ikut kegiatan makan pagi ? Karena saat ini saya masih merasa wajib menyelesaikan puasa saya sampai genap 40 hari. Semoga saya dapat menyelesaikan puasa demi kerasulan saya.

Sabtu, 03 Desember 2011

Mawar Merah: Apakah aku dapat menoiong sesamaku

Mawar Merah: Apakah aku dapat menoiong sesamaku: Kalau aku mulai refleksi kemampuanku cukup lumayan banyak, namun serasa tidak dapat untuk membantu sesamaku. Aku punya hoby memasak, namun k...

Apakah aku dapat menoiong sesamaku

Kalau aku mulai refleksi kemampuanku cukup lumayan banyak, namun serasa tidak dapat untuk membantu sesamaku. Aku punya hoby memasak, namun karena saya suka makanan yang enak meskipun bahan sederhana jadinya lebih mahal dari pada yang lain. Saya juga suka berkatekese, namun saya senang kalau aktif dan ingin memberdayakan sesama yang pasif. Ternyata tidak disukai oleh bendahara Paroki dan dengan cepat diberhentikan. Saat ini saya sedang menekuni akupunctur meskipun sudah banyak yang sembuh karena akupunctur tetapi saya belum punya uang untuk biaya ujian, Sehingga saya dapat lebih profesional. Bagaimana ya sebaiknya ? Uang tidak punya, karena meskipun praktek jarang atau hampir tak pernah diberi uang. Semoga ada bantuan untuk ujian akupunctur sehingga aku ada semangat belajar. Saat ini saya mendalami Meditasi Kitab Suci, tanpa biaya yang penting tekad dan iman. Semoga berkat Tuhan selalu menyertai saya.