Rabu, 11 Januari 2012

Hati Yesus tergerak oleh penderitaan manusia.

Bila kita membaca - baca Kitab Suci, beberapa kali Yesus tergerak oleh belaskasihan. Membaca perikop ini khususnya Markus 1 : 41 maka tergeraklah hati Yesus oleh belaskasihan, lalu ia mengulurkan tangan menjamah orang itu dan berkata kepada-Nya : " Aku mau jadilah Engkau tahir. " Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu dan ia menjadi tahir.  Yesus tidak hanya bicara namun juga melaksanakan.
Jaman sekarang banyak orang berbicara tentang penderitaan orang miskin dan terlantar, banyak orang berdiskusi tentang cara pengentasan orang miskin. Membuat p;rogram yang hebat-hebat, namun bila sudah berhadapan langsung dengan orang yang menderita biasanya masih berbicara lagi, berdiskusi lagi dan kemudian pelaksanaan sampai peristiwa itu menjadi basi, mungkin orang - orang sudah terlanjur mati.
Kalau kita melihat kembali program-program para calon Presiden dan para anggota wakil rakyat cara-caranya hampir sama dengan yang kerap dibicarakan diantara kami-kami ini, baik diparoki-paroki maupun di biara-biara. Hanya satu dua biara yang membiarkan anggotanya berkecimpung di antara orang-orang yang tidak beruntung. Seandainya setiap biara atau setiap paroki mempunyai program yang tidak hanya direncanakan saja, tentu banyak orang dapat merasakan kasih Hati Yesus. Ada rumah sakit katolik yang tidak mau menerima pasien miskin yang dikirim dari lingkungan dan sudah ditandatangani oleh Pastor Paroki, namun menyebut diri pengikut Yesus yang penuh cinta. Padahal mereka dapat juga melaksanakan program seperti yang dilaksanakan oleh para Suster Fransiskan. Mereka memberikan tempat khusus kepada orang-orang miskin. Dan para anggotanya siap untuk melayani orang  sakit, para suster lansiapun tidak ragu-ragu ikut menengok orang sakit. Namun ada juga orang yang masih kurang puas, karena tidak boleh mengambil jenasah orang tuanya karena sama sekali belum membayar dan tidak tahu alamat si keluarga jenasah. Saranku kepada pasien. Usahakanlah menghubungi Pastor Paroki jauh sebelum si pasien meninggal, sehingga Pastor dapat menolong untuk pembiayaannya ataupun paling tidak jenasah dapat dibawa pulang karena ada jaminan dari Pastor Paroki. Memang banyak rumah sakit dirugikan oleh orang-orang yang tidak dapat membayar biaya sampai orang itu meninggal. Saya juga mulai berpikir, bagaimana jalan keluar bagi rumah sakit yang selalu menerima pasien yang sudah dalam keadaan kritis dan tinggal beberapa jam atau menit meninggal? . Tetapi calon jenasah ini tetap dibantu, tidak pernah ditolak untuk dibawa kerumah sakit lain.  Ini kerap terjadi di Rumah Sakit St Maria Pemalang.  Rumah Sakit St. Maria Pemalang bukan rumah sakit hebat. Bukan rumah sakit terkenal. Namun para Polisi lalu lintas mengenal kemana para korban harus dibawa agar dapat langsung ditolong. Bukan rumah sakit umum. Itulah penghayatan cinta Hati Kudus Yesus yang sudah dirasakan di masyarakat. Tuhan memberkati !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar